"Penerbangan baru tersebut diharapkan mempersingkat waktu perjalanan serta membuka akses lebih luas bagi investasi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat. Kabupaten Bungo disebut memiliki posisi strategis sebagai gerbang wilayah barat Provinsi Jambi. Berada di jalur tengah Sumatera, Bungo menjadi pusat aktivitas ekonomi yang melayani daerah sekitar seperti Kerinci, Sungai Penuh, Merangin, Solok Selatan, Tebo, hingga Dhamasraya di Sumatera Barat. Dengan hadirnya rute ini, diharapkan arus orang dan barang antarwilayah semakin lancar sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan konektivitas antarprovinsi," ungkapnya.
Ditempat yang sama, Direktur Utama Batik air Danel Putu Kunciro menyampaikan, pada penerbangan perdana ini, pesawat mengangkut 139 penumpang.
Menurutnya, pihak maskapai optimis jumlah penumpang bisa tembus 125 orang setiap hari, didukung potensi pariwisata, sawit, emas, dan batu bara Muara Bungo.
“Namun pihak maskapai juga mencatat perlunya perbaikan sistem penanganan bagasi dan kelengkapan fasilitas bandara agar konektivitas berjalan optimal,” katanya.