Jambidalamberita.id, BANGKO – Bupati Merangin, M. Syukur, menggagas pemanfaatan lahan pertanian milik pemerintah sebagai pusat edukasi bagi pelajar. Program ini diharapkan mampu mengenalkan dunia pertanian sejak dini kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan minat anak-anak terhadap sektor pangan.
Gagasan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri panen jagung di Balai Benih Utama (BBU) Sungai Manau, Sabtu (18/04). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa lahan pertanian daerah tidak hanya berfungsi sebagai lokasi produksi, tetapi juga harus memberi manfaat pendidikan bagi masyarakat.
Menurut M. Syukur, anak-anak sekolah perlu diperkenalkan secara langsung dengan proses bercocok tanam agar mereka memahami pentingnya pertanian dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengaku rindu dengan suasana masa lalu ketika sekolah-sekolah aktif mengadakan kegiatan menanam berbagai tanaman di lingkungan pendidikan. Tradisi tersebut, kata dia, kini mulai berkurang dan perlu dihidupkan kembali melalui kerja sama lintas instansi.
“Lahan milik pemerintah jangan hanya menjadi tempat produksi. Saya ingin anak-anak sekolah datang ke sini, melihat langsung bagaimana cara menanam jagung, cabai, dan tanaman lainnya. Ini menjadi tugas Dinas Pertanian untuk berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan,” ujar Bupati.
Siswa Tidak Hanya Belajar Teori
Bupati menilai keberadaan lahan percontohan yang tertata rapi di setiap kecamatan akan menjadi sarana belajar yang efektif. Dengan begitu, para siswa tidak hanya menerima materi di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik di lapangan.
Ia menyebut pembelajaran berbasis praktik akan memberi kesan lebih mendalam dan mampu menumbuhkan ketertarikan anak-anak terhadap dunia pertanian modern.
Berpotensi Jadi Wisata Edukasi
Selain sebagai tempat belajar, Bupati M. Syukur juga melihat lahan pertanian memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata lokal berbasis produktivitas.
Jika dikelola dengan baik, kawasan seperti BBU Sungai Manau dapat menjadi lokasi kunjungan masyarakat untuk menikmati hamparan tanaman hortikultura, buah-buahan, hingga kebun sayur yang tertata indah.
“Jika dikelola rapi, tempat ini bisa menjadi objek wisata. Ada buah-buahan, ada sayuran. Masyarakat senang datang melihat, sambil belajar pola tanam yang berhasil,” katanya.