Jambidalamberita.id, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi menambah alokasi bahan bakar minyak (BBM) guna memastikan ketersediaan energi selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Ekonomi Setda Provinsi Jambi, Dedy Harryanto, menjelaskan bahwa dari lima jenis BBM yang didistribusikan, empat jenis mengalami peningkatan alokasi, sementara satu jenis lainnya justru mengalami pengurangan.
Empat jenis BBM yang ditambah alokasinya yakni Pertalite sebesar 12 persen, Pertamax naik 19 persen, Pertamax Turbo meningkat 25 persen, serta Pertamina Dex bertambah sekitar 5 persen.
Sebaliknya, alokasi Biosolar diperkirakan mengalami penurunan sekitar 9 persen mulai tujuh hari sebelum hingga tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Penurunan Biosolar diperkirakan mulai Sabtu (14/3) karena adanya pembatasan operasional kendaraan besar seperti truk selama periode arus mudik,” ujar Dedy di Jambi, Kamis (12/3).
Ia mengatakan, penyesuaian alokasi tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan konsumsi BBM bulanan di Provinsi Jambi. Peningkatan terbesar terjadi pada jenis Pertamax Turbo dan Pertamax yang biasanya digunakan kendaraan pribadi saat perjalanan jarak jauh.
Berdasarkan penetapan kuota tahun 2026 dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Provinsi Jambi memperoleh alokasi jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) Biosolar sebanyak 336.013 kiloliter dan jenis bahan bakar minyak khusus penugasan (JBKP) Pertalite sebesar 426.539 kiloliter.
Hingga Februari 2026, penyerapan Biosolar di Jambi tercatat mencapai 55.461 kiloliter atau sekitar 16 persen dari total kuota tahunan. Sementara realisasi penyaluran Pertalite hingga periode yang sama mencapai 69.306 kiloliter, juga sekitar 16 persen dari kuota yang tersedia.
Untuk distribusi tahunan Biosolar di kabupaten/kota, Kota Jambi menerima alokasi terbesar yakni sekitar 90.075 kiloliter, disusul Muaro Jambi sekitar 60.009 kiloliter dan Bungo sekitar 54.374 kiloliter.
Sementara alokasi Pertalite terbesar juga diberikan kepada Kota Jambi dengan jatah sekitar 109.553 kiloliter, kemudian Muaro Jambi sekitar 58.671 kiloliter, dan Bungo sekitar 57.505 kiloliter.
Pemerintah berharap penambahan alokasi tersebut dapat menjaga stabilitas pasokan BBM selama periode mudik Lebaran sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi energi di wilayah Jambi tetap lancar. (*)