Jambidalamberita.id, JAMBI - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menambah lebih dari 100 ribu tabung LPG subsidi ukuran 3 kilogram di Provinsi Jambi menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa tambahan pasokan tersebut disalurkan melalui mekanisme fakultatif atau extra dropping ke pangkalan-pangkalan resmi.
“Penambahan pasokan dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di lapangan,” ujarnya di Jambi, Minggu (15/2).
Secara keseluruhan, lebih dari 100 ribu tabung LPG 3 kg didistribusikan untuk memastikan stok tetap aman di tingkat pangkalan dan harga jual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Selain penambahan suplai, Pertamina juga menggelar operasi pasar sejak akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026. Kegiatan ini menyasar sejumlah kecamatan di Kabupaten Merangin, Bungo, Tebo, dan Sarolangun.
Operasi pasar dilakukan untuk memperkuat ketersediaan LPG bersubsidi sekaligus memastikan harga tetap terkendali. Mayoritas tabung yang disalurkan dalam kegiatan tersebut dilaporkan terserap optimal oleh masyarakat.
Sebagai bentuk pengawasan, Pertamina juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama instansi terkait guna memastikan distribusi LPG 3 kg berjalan sesuai aturan.
Pangkalan yang terbukti menjual di atas HET atau menyalurkan tidak sesuai peruntukan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan dan perjanjian kerja sama.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketetapan pemerintah dan kualitas produk yang terjamin.
Untuk informasi maupun pengaduan terkait distribusi LPG subsidi, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135.
Dengan langkah antisipatif ini, Pertamina memastikan stok LPG 3 kg di Jambi dalam kondisi aman menjelang Ramadhan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran kelangkaan gas bersubsidi. (*)