Metronews

Luas Panen Padi Jambi Naik 30 Persen, Produksi 2025 Tembus 367 Ribu Ton

0

0

jambidalamberita |

Sabtu, 07 Feb 2026 07:55 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Wira

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha. ist - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

 

Jambidalamberita.id, Kota Jambi – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi melaporkan adanya lonjakan signifikan pada luas panen padi sepanjang 2025. Total luas panen tercatat mencapai 80,37 ribu hektare, meningkat 30,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 61,63 ribu hektare.
 
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh melalui metode Kerangka Sampel Area (KSA), yakni survei lapangan berbasis pengamatan langsung terhadap lahan sawah.
 
“Metode KSA ini berbasis pengukuran lapangan sehingga hasilnya objektif. Dari situ kita menghitung luas panen dan produksi melalui ubinan berukuran 2,5 x 2,5 meter,” ujarnya di Jambi, Jumat.
 
Ia menambahkan, peningkatan luas panen pada 2025 setara dengan tambahan sekitar 18,75 ribu hektare dibandingkan 2024. Selain itu, terjadi pergeseran waktu puncak panen, dari Oktober pada tahun sebelumnya menjadi September 2025.
Pada September 2025, luas panen padi tercatat 12,73 ribu hektare, lebih tinggi dibandingkan Oktober 2024 yang hanya mencapai 8,28 ribu hektare.
 
BPS juga memproyeksikan potensi luas panen padi pada periode Januari–Maret 2026 sebesar 21,78 ribu hektare, naik 11,21 persen atau sekitar 2,20 ribu hektare dibandingkan periode yang sama pada 2025.
 
Seiring dengan bertambahnya luas panen, produksi padi di Provinsi Jambi turut mengalami peningkatan. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, produksi padi mencapai 367,79 ribu ton gabah kering giling (GKG), naik 30,88 persen atau 86,77 ribu ton dibandingkan 2024 yang sebesar 281,02 ribu ton GKG.
 
Produksi tertinggi selama 2025 terjadi pada September, dengan capaian 54,88 ribu ton GKG, sementara produksi terendah tercatat pada Desember, yakni 15,34 ribu ton GKG.
Adapun potensi produksi padi pada Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 99,23 ribu ton GKG, meningkat sekitar 10 ribu ton atau 11,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
“Pergeseran puncak panen ke September ini memberi dampak positif terhadap peningkatan luas panen dan produksi padi di Jambi,” kata Aidil. (*)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER