Jambidalamberita.id, BANGKO – Kinerja sektor pertanian di Kabupaten Merangin terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Luas tanam sawah di daerah ini tercatat meningkat signifikan pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Bupati Merangin, M. Syukur, menyampaikan bahwa terjadi kenaikan luas tanam sawah sebesar 11 persen. Capaian tersebut diungkapkan saat ia mendampingi Gubernur Jambi, Al Haris, dalam kunjungan kerja ke Desa Seling, Kecamatan Tabir, Jumat (6/2).
Di hadapan Gubernur Jambi, Bupati Syukur menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Merangin untuk terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai dukungan, baik sarana produksi maupun infrastruktur pendukung.
Berdasarkan data yang disampaikan, luas tanam sawah di Merangin pada periode Januari hingga Desember 2024 tercatat mencapai 10.539 hektare. Angka tersebut meningkat menjadi 11.692 hektare pada periode yang sama tahun 2025.
“Terjadi penambahan seluas 1.153 hektare atau sekitar 11 persen. Ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, sektor pertanian, dan para petani dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar Bupati Syukur.
Untuk menjaga keberlanjutan dan konsistensi produksi, Pemkab Merangin memfokuskan kebijakan pada tiga pilar utama. Dukungan pertama diarahkan pada pembangunan infrastruktur pengairan, melalui pengelolaan irigasi terpompa serta rehabilitasi irigasi sekunder guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Pilar kedua berupa peningkatan bantuan sarana produksi, khususnya melalui penyaluran benih unggul untuk padi sawah, padi ladang, dan jagung. Sementara pilar ketiga difokuskan pada penguatan mekanisasi pertanian dengan pemberian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pelaksanaan program optimalisasi lahan.
Selain itu, Pemkab Merangin juga mendorong pelaksanaan program Intensifikasi Beras Merangin sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian lokal, sehingga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Menariknya, upaya menjaga ketahanan pangan di Merangin tidak hanya dibebankan kepada kelompok tani. Dinas Pertanian setempat turut mengelola Balai Benih Utama (BBU) untuk optimalisasi lahan pertanian. Saat ini, terdapat sekitar 40 hektare lahan jagung yang dikelola di empat lokasi strategis, meliputi BBU Margoyoso seluas 27 hektare, BBU Dusun Tuo 8 hektare, BBU Jangkat 4 hektare, dan BBU Sungai Manau 1 hektare.
Terkait distribusi hasil pertanian, Bupati Syukur menekankan pentingnya ketersediaan akses jalan di kawasan pertanian. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Walaupun terbatas, dukungan infrastruktur jalan tetap kami upayakan. Sebagus apa pun sawahnya, jika akses jalannya tidak memadai, tentu akan menjadi kendala. Kami ingin melihat sawah-sawah di Merangin menguning sebagai simbol kemakmuran,” pungkasnya, seraya berharap capaian ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menerapkan budidaya padi sawah yang modern, efisien, dan berkelanjutan.