Jambidalamberita.id, Kota Jambi – Bank Jambi semakin serius menggarap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Melalui penguatan layanan digital dan perluasan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), bank daerah tersebut mendorong UMKM agar lebih bankable dan berdaya saing.
Direktur Utama Bank Jambi, Khairil Suhairi, mengatakan salah satu fokus utama adalah optimalisasi KUR, termasuk kredit super mikro dengan plafon hingga Rp10 juta dan suku bunga rendah sekitar tiga persen. Selain pembiayaan, Bank Jambi juga memperluas pemanfaatan layanan digital seperti QRIS dan mobile banking untuk mempermudah transaksi pelaku usaha.
Menurutnya, penguatan UMKM tidak dilakukan secara parsial. Bank Jambi mengombinasikan pembiayaan dengan literasi keuangan serta kolaborasi bersama pemerintah daerah, sehingga kualitas kredit tetap terjaga dan rasio kredit bermasalah berada di bawah ambang lima persen.
Sebagai salah satu penyalur KUR di Provinsi Jambi, Bank Jambi berkomitmen membuka akses permodalan seluas-luasnya bagi pelaku usaha mikro di seluruh kabupaten dan kota. Strategi ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan ekonomi daerah pada sektor primer sekaligus menciptakan struktur ekonomi yang lebih seimbang.
Khairil menegaskan, peran Bank Jambi tidak sebatas sebagai lembaga keuangan, tetapi juga agen pembangunan daerah yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM berkelanjutan.
Hingga September 2025, Bank Jambi mencatat peningkatan porsi kredit produktif dari total penyaluran kredit sebesar Rp9,90 triliun, mencerminkan pergeseran portofolio yang semakin sehat dan berorientasi pada sektor riil.
Penyaluran kredit mikro dan kecil menjadi prioritas utama, dengan target menjangkau pelaku usaha hingga lapisan terbawah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan outstanding kredit UMKM sekaligus memperkuat intermediasi perbankan di daerah.
Adapun fokus pembiayaan diarahkan ke sektor-sektor unggulan Jambi, seperti pertanian, perkebunan kelapa sawit dan karet, serta perdagangan, sejalan dengan kontribusi sektor primer yang menyumbang sekitar 13 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi. (*)