Jambidalamberita.id, Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi tancap gas mempercepat pembangunan jalan khusus angkutan batu bara atau
hauling road. Proyek strategis ini dinilai sudah sangat mendesak demi mengurai persoalan transportasi batu bara dari lokasi tambang hingga titik penampungan sebelum proses pengapalan.
Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa seluruh pihak harus bergerak bersama untuk menyelesaikan berbagai hambatan yang masih mengganjal. Ia menargetkan jalan khusus tersebut dapat difungsikan sepenuhnya dalam tahun ini.
“Ini sudah menyangkut kepentingan umum. Kita harus duduk bersama, cari hambatannya apa, lalu kita selesaikan. Tahun ini harus kita upayakan jalan ini berfungsi,” ujar Al Haris saat rapat evaluasi pembangunan jalan batu bara di Jambi.
Menurutnya, pembangunan jalan khusus bukan lagi sekadar rencana, melainkan kewajiban yang harus direalisasikan oleh para pengembang. Ia meminta koordinasi lintas sektor diperkuat agar persoalan di lapangan bisa cepat dituntaskan.
Keseriusan Pemprov Jambi terlihat dari keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, Kejaksaan, hingga DPRD. Langkah ini diambil untuk mempercepat penyelesaian masalah, baik terkait pembebasan lahan maupun penolakan sebagian masyarakat.
Al Haris menilai, keberadaan jalan khusus batu bara sangat penting untuk mendukung pemanfaatan sumber daya mineral yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan pendapatan negara.
“Kalau masih ada lahan yang belum tuntas, kita selesaikan bersama. Semua kepala daerah ada di sini, kita cari solusi bersama-sama,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Ketua DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz Fattah. Ia menilai percepatan pembangunan jalan khusus akan membawa banyak manfaat, mulai dari penataan angkutan batu bara hingga peningkatan pendapatan daerah dan penyerapan tenaga kerja.
Ia juga menyoroti kerusakan jalan provinsi akibat kendaraan batu bara yang selama ini melintas di jalur umum dan membebani anggaran perbaikan daerah.
“Kalau jalan khusus selesai, dampaknya besar untuk ekonomi Jambi. Tapi yang paling penting, jalan umum tidak lagi rusak karena angkutan batu bara,” kata Hafiz.
Proyek jalan batu bara ini dikerjakan oleh tiga perusahaan pengembang yang membagi pembangunan ke dalam tiga segmen. Jalur tersebut melintasi Kabupaten Sarolangun, Batang Hari, Muaro Jambi, hingga Kota Jambi dengan total panjang sekitar 340 kilometer.
Meski progres terus berjalan, pengembang mengakui masih menghadapi kendala pembebasan lahan di luar kawasan hutan. Sementara itu, untuk kawasan hutan seluas kurang lebih 92 hektare, proses tata batas telah dilakukan bersama Direktorat Jenderal Planologi Kementerian Kehutanan. (*)