Metronews

Gubernur Al Haris: Pemberian Gelar Adat Bentuk Penghargaan dan Doa bagi Pengabdian

0

0

jambidalamberita |

Rabu, 21 Jan 2026 17:32 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Kurniawan

Gubernur Jambi Al Haris menghadiri penganugerahan gelar adat Forkopimda dan Sekda oleh LAM Jambi di Balairungsari, Rabu (21/1/2026).- ist - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id, JAMBI – Al Haris menegaskan bahwa penganugerahan gelar adat oleh Lembaga Adat Melayu Jambi kepada tujuh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Jambi serta Sekretaris Daerah merupakan wujud penghargaan sekaligus doa atas dedikasi dan pengabdian mereka kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jambi saat menghadiri prosesi pemberian gelar adat yang berlangsung khidmat di Balairungsari LAM Jambi, Rabu pagi (21/1/2026).

Menurut Al Haris, gelar adat bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan bentuk pengakuan resmi sebagai bagian dari masyarakat adat yang disesuaikan dengan karakter, kebiasaan, serta keahlian penerimanya.

Prosesi penganugerahan diawali dengan pembacaan keputusan gelar adat oleh Ketua LAM Provinsi Jambi, Datuk Hasan Basri Agus.

Baca Juga:

Rombak Struktur Organisasi, Puluhan Pejabat Pemprov Jambi Dilantik di Rumah Dinas Gubernur

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyematan pin, pemasangan selempang, serta pemasangan gordon kepada para penerima gelar. Selanjutnya dilakukan prosesi penyisipan kata adat dan penyerahan keris oleh Gubernur Al Haris selaku Pembina LAM Jambi.

Penyerahan Piagam Gelar Adat dan Buku Pokok Adat Melayu Jambi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani. Acara juga diwarnai dengan prosesi tepuk tawar serta pengumuman adat sebagai penegasan sahnya penganugerahan tersebut.

Dalam sambutan dan arahannya, Al Haris menjelaskan bahwa proses pemberian gelar adat telah melalui pertimbangan yang panjang sesuai ketentuan adat yang berlaku di LAM Jambi. Penerima gelar dipilih dari sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki kemampuan, integritas, serta ketulusan dalam membina masyarakat, adat, dan budaya di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

“Alhamdulillah, pada hari yang penuh berkah ini kita menyaksikan penganugerahan gelar adat kepada rekan-rekan kami yang selama ini juga berperan sebagai pembina Lembaga Adat Melayu Jambi. Gelar ini menunjukkan betapa LAM Jambi memuliakan para pembinanya sesuai dengan peran dan jabatan masing-masing,” ujar Al Haris.

Baca Juga:

Komisi I DPRD Jambi Dorong Reformasi Pengawasan Penyiaran Usai Kunjungan ke KPID DKI

Ia berharap momentum tersebut semakin memperkuat falsafah dan kearifan lokal adat Melayu Jambi yang dikenal dengan prinsip adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah, serta menjadi pedoman hidup masyarakat dalam menjaga keharmonisan sosial.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, dan lembaga adat, Al Haris optimistis nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi perekat persatuan sekaligus mendukung berbagai program pembangunan di Provinsi Jambi. Ia juga berharap para penerima gelar adat mampu mempererat hubungan emosional dan silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat.

Selain itu, Gubernur Jambi mengajak seluruh unsur Forkopimda untuk terus berkontribusi aktif melalui pemikiran, saran, dan dedikasi dalam melestarikan serta mengembangkan adat istiadat dan kearifan lokal Jambi agar tetap hidup dan relevan di tengah dinamika zaman.

Sementara itu, Ketua LAM Provinsi Jambi Datuk Hasan Basri Agus menegaskan bahwa penganugerahan gelar adat bukan sekadar seremonial, melainkan mengandung amanah dan tanggung jawab moral yang besar.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER