Metronews

Gubernur Al Haris Dukung Tanam Bambu di Lahan Gambut untuk Tekan Risiko Karhutla

0

0

jambidalamberita |

Senin, 21 Sep 2026 19:31 WIB

Reporter : Kurniawan

Editor : Kurniawan

Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan arahan dalam kegiatan pemaparan pencegahan Karhutla di lahan gambut di PT WKS Distrik VII, Kecamatan Geragai, Tanjung Jabung Timur, Senin (21/9/2026).-ist - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

“Tanam bambu di lahan gambut itu bagus saya kira. Pertama dia memperkuat tanah, kemudian bambu juga kuat. Dan terbakar juga sulit juga,” ujarnya.

Baca Juga:

Batang Hari dan OKU Selatan Teken Kesepakatan Bersama, Perkuat Sinergi Lintas Daerah

Menurut Al Haris, tanaman bambu tidak mudah habis terbakar. Ketika terjadi kebakaran, bagian daun dapat terdampak api, sementara batang bambu dinilai tidak mudah terbakar hingga habis.

Atas gagasan tersebut, Al Haris menyatakan akan segera menindaklanjutinya bersama Danrem 042/Garuda Putih. Pemerintah akan menggelar pembahasan bersama Forkopimda, bupati/wali kota dan organisasi perangkat daerah terkait.
Selain itu, edukasi mengenai penanaman bambu juga akan didorong untuk dilakukan di sejumlah lokasi lahan gambut.

“Mudah-mudahan nanti di lahan-lahan gambut bisa ditanam bambu sehingga ini akan bisa mengurangi risiko bencana di lahan gambut nantinya,” kata Al Haris.

Gambut Berbeda dengan Lahan Mineral
Sementara itu, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo menjelaskan bahwa penanganan Karhutla di lahan gambut tidak dapat disamakan dengan lahan mineral.

Baca Juga:

Kafilah Jambi Peringkat ke-13 MTQ Nasional 2026, Abizar Ramadhan Juara 1 Tilawah Anak Putra

Karakteristik gambut yang dapat menyimpan bara di bawah permukaan menjadi salah satu tantangan utama. Kondisi yang dikenal sebagai smouldering dan sleeping fire tersebut memungkinkan api bertahan dalam waktu lama, kemudian kembali muncul tanpa mudah terdeteksi.Karena itu, Pangkogabwilhan I menekankan pentingnya penerapan Siklus Pertahanan Gambut sebagai strategi dalam menghadapi Karhutla.

Konsep tersebut mencakup Zirah sebagai perlindungan personel, Tameng untuk pencegahan, Pedang sebagai langkah pemadaman cepat dan tuntas, serta Pemulihan setelah kebakaran terjadi.

Pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI dan pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Kunto.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, ME, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jambi Bustanul Arifin, SE, ME, jajaran TNI-Polri, OPD terkait Kabupaten Tanjung Jabung Timur serta manajemen PT WKS.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER