JAMBIDALAMBERITA.ID, JAMBI – UMKM Lapis Angso Duo menerima bantuan sejumlah alat Teknologi Tepat Guna (TTG) dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Jambi, Kamis (17/9/2026).
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DPP) Kota Jambi, Dr. Nella Ervina, MM.Agr., M.E., beserta jajaran. Kegiatan berlangsung di Outlet sekaligus Rumah Produksi Lapis Angso Duo di Jalan Mpu Gandring No. 67, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Program pengabdian tersebut mengusung tema “Penguatan Daya Saing UMKM Lapis Angso Duo Jambi melalui Implementasi Teknologi Produksi, Manajemen Rantai Pasok, dan Pemasaran Digital.”
Kegiatan ini terlaksana melalui dukungan Pendanaan Hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisainstek).
Tim PkM Politeknik Jambi diketuai Dedi Handoko, S.E., M.M., dengan anggota Satrio Darma Utama, S.Tr.T., M.T., dan Bella Suryani, S.M., M.M. Program tersebut juga melibatkan enam mahasiswa Politeknik Jambi.
Melalui program hibah tersebut, UMKM Lapis Angso Duo mendapatkan sejumlah peralatan untuk mendukung proses produksi. Bantuan terdiri dari satu unit mesin pengaduk adonan roti berkapasitas 4 kilogram, satu unit rak proofing atau fermentasi dengan kontrol suhu dan kelembapan, serta tiga unit troli loyang berbahan stainless steel.

Peralatan tersebut dirancang khusus oleh tim Teknik Mesin Politeknik Jambi untuk menjawab kendala kapasitas produksi yang sebelumnya dihadapi mitra.
Sebelumnya, Lapis Angso Duo hanya mampu mengolah sekitar 1–2 kilogram adonan dalam setiap siklus produksi. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya operasional dan kebutuhan lembur ketika permintaan produk mengalami peningkatan.
Ketua Tim PkM Politeknik Jambi, Dedi Handoko, mengatakan penerapan teknologi produksi tersebut memberikan dampak terhadap efisiensi dan kapasitas produksi UMKM.
“Dukungan hibah dari Kemdiktisainstek memungkinkan kami mengimplementasikan alat pengaduk adonan kapasitas 4 kg dan rak proofing yang terbukti mampu meningkatkan efisiensi pengadukan hingga 40 persen serta mendongkrak kapasitas produksi dari 100 pcs menjadi 140 pcs per hari,” jelas Dedi.