Tidak hanya menunggu buyer dari luar negeri, pemerintah juga ingin calon pembeli datang langsung ke Kerinci melalui program Buyer to Kerinci.
Program ini nantinya mempertemukan buyer dengan petani dan pelaku usaha melalui kunjungan ke kebun, melihat proses pengolahan, mengikuti cupping, festival kopi hingga business matching.
"Buyer harus kita datangkan langsung ke Kerinci. Mereka bisa melihat kebun, proses pengolahan dan kualitas kopi secara langsung," jelas Ariansyah.
Perkuat Infrastruktur Ekspor
Untuk memperkuat jalur distribusi, Pemprov Jambi juga mendorong peningkatan infrastruktur dan layanan ekspor melalui Pelabuhan Talang Duku, fasilitas pergudangan, kontainer hingga layanan freight forwarding.
Langkah tersebut dinilai penting karena akses distribusi dan ekspor kopi selama ini masih berpotensi bergantung pada daerah lain.
Di sisi lain, nilai tambah produk juga terus didorong. Kopi Jambi tidak hanya dipasarkan dalam bentuk green bean, tetapi dikembangkan menjadi roasted coffee, ground coffee, capsule hingga drip bag.
Produk-produk tersebut diarahkan memiliki merek yang kuat sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat posisi kopi Jambi di pasar global.
Target 15-20 Negara Ekspor
Pemprov Jambi menargetkan kopi Jambi mampu menembus 15 hingga 20 negara tujuan ekspor, dengan 30-50 buyer aktif dan lebih dari 10 koperasi ekspor.
Program tersebut juga diarahkan untuk melibatkan ribuan petani tersertifikasi serta memastikan seluruh produk kopi memiliki sistem traceability.
Pemerintah juga menargetkan penguatan posisi kopi Jambi di segmen specialty coffee dan produk olahan, sekaligus meningkatkan volume ekspor yang dilakukan melalui Jambi.