Identitas produk nantinya diperkuat dengan sistem traceability berbasis QR Code. Konsumen dapat memperoleh informasi mengenai petani, lokasi kebun, varietas kopi hingga proses pengolahan hanya melalui sistem tersebut.
Menurut Ariansyah, sistem ketertelusuran menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus mempersiapkan kopi Kerinci menghadapi tuntutan pasar global.
Hal itu juga berkaitan dengan regulasi perdagangan internasional, termasuk ketentuan Uni Eropa mengenai ketertelusuran produk dan komoditas yang bebas dari deforestasi.
Siapkan Kerinci Coffee Export Center
Untuk memperkuat ekosistem ekspor, Pemprov Jambi mendorong pembentukan Kerinci Coffee Export Center.
Pusat tersebut dirancang sebagai fasilitas terpadu yang mendukung pengendalian mutu dan grading, laboratorium cupping, roasting dan pengemasan, pergudangan, sertifikasi hingga business matching dengan calon pembeli.
Standar produksi juga menjadi perhatian. Petani dan pelaku usaha kopi didorong menerapkan prinsip Good Agricultural Practices, Good Processing, Good Storage hingga Good Export.
Selain itu, Pemprov Jambi menyiapkan pembentukan Jambi Coffee Export Task Force sebagai wadah koordinasi lintas sektor.
Tim tersebut nantinya melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Kementerian Perdagangan, perwakilan RI di luar negeri, koperasi hingga eksportir.
Task force tersebut diarahkan untuk mencari calon pembeli potensial, membuka akses pasar baru serta memastikan keberlanjutan kontrak ekspor kopi Jambi.
Promosi Digital hingga Buyer to Kerinci
Strategi promosi juga akan diperkuat melalui platform digital. Pemprov Jambi mendorong pemanfaatan website, katalog digital, video profil produk hingga media sosial untuk memperkenalkan kopi Jambi kepada pasar internasional.