Metronews

Hotspot Terdeteksi, Firespot Tidak Ditemukan: Memahami Perbedaan Keduanya dalam penanganan Karhutla

0

0

jambidalamberita |

Selasa, 25 Agu 2026 19:02 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Yudi

Hotspot terdeteksi, FireSpot tidak ditemukan: memahami keadaan keduanya dalam penanganan Karhutla

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambi - Gubernur Jambi Al Haris melaporkan kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Presiden Prabowo Subianto pada Senin (24/8/2026).

Dalam laporan tersebut, Al Haris menyampaikan bahwa penanganan karhutla di Jambi telah memasuki tahap pendinginan dan tidak terdapat lagi titik api aktif berdasarkan kondisi yang dilaporkan di lapangan.

Ia juga menyebut luas lahan yang terbakar sekitar 658 hektare, sementara data pemantauan menunjukkan 120 hotspot.

Adanya 120 hotspot tersebut perlu dipahami secara tepat.

Hotspot tidak dapat secara otomatis disamakan dengan firespot atau titik api aktif.

Hotspot merupakan indikasi anomali atau sumber panas yang terdeteksi oleh sensor satelit. Data tersebut menjadi indikator awal untuk menentukan lokasi yang perlu mendapat perhatian dan verifikasi.

Sementara itu, firespot atau titik api dalam konteks penanganan karhutla mengacu pada keberadaan api yang telah teridentifikasi atau diverifikasi di lapangan.

Artinya, terdeteksinya hotspot tidak otomatis berarti masih terdapat kebakaran aktif di lokasi tersebut.

Data satelit tetap perlu dikombinasikan dengan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Faktor confidence atau tingkat keyakinan terhadap hasil deteksi juga penting diperhatikan.

Secara umum, semakin rendah tingkat confidence, semakin hati-hati data tersebut harus ditafsirkan.

Deteksi dengan confidence rendah tidak dapat berdiri sendiri sebagai bukti bahwa telah terjadi kebakaran dan tetap membutuhkan verifikasi lapangan.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


Red

0

0

Opini

Rabu, 26 Agu 2026 07:55 WIB

BERITA TERKINI


Red

0

0

Opini

Rabu, 26 Agu 2026 07:55 WIB

BERITA POPULER